Laporan Praktikum Ekonomi Sumberdaya Hutan Medan, Maret 2021
MENANAM POHON BERNILAI EKONOMIS
DosenPenanggungJawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si
Disusun Oleh:
|
Sari Mutiara Simanullang |
191201071 |
|
Winda Ramadhani |
191201081 |
|
Samuel Joe Sianturi |
191201084 |
|
Gabriel Salomo Purba |
191201102 |
|
Hartati Purba |
191201189 |
|
Zakaria Rafael Silalahi |
191201198
|
| KELOMPOK 9
HUT 4D |
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kasih karuniaNya sehingga penulisan laporan ini selesai dengan baik dan tepat waktu. Laporan yang berjudul “Menanam Pohon Bernilai Ekonomis Tinggi” ini disusun sebagai syarat untuk memenuhi tugas Praktikum Ekonomi Sumberdaya Hutan.
Dalam menulis laporan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dr. Agus Purwoko, S.Hut, M.Si, sebagai dosen penanggungjawab yang telah membantu dan membimbing penulis dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis ini menyadari masih terdapat kesalahan dalam penulisan laporan ini. Penulis mengharapkan kritik dan saran serta berharap semoga laporan ini bermanfaat dan dapat merealisasikan ilmu yang ada makalah ini. Demikianlah laporan yang kami susun melalui sumber-sumber yang kami dapatkan. Kami mengucapkan terima kasih.
Medan, Maret 2021
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
PENDAHULUAN
Latar Belakang ....................................................................................... 1
Tujuan .................................................................................................... 2
TINJAUAN PUSTAKA
METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat ................................................................................ 6
Alat dan Bahan....................................................................................... 6
Prosedur Praktikum ............................................................................... 6
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil....................................................................................................... 7
Pembahasan.......................................................................................... 8
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan.......................................................................................... 9
Saran.................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hutan adalah suatu lapangan pertumbuhan pohon-pohon yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya, dan ditetapkan oleh pemerintah sebagai hutan. Artinya, hutan suatu areal yang cukup luas, didalamnya bertumbuhan kayu, bambu dan/palem, bersama-sama dengan tanahnya, beserta segala isinya, baik berupa nabati maupun hewani, yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup yang mempunyai kemampuan untuk memberikan manfaat-manfaat lainnya secara lestari yang mengatakan bahwa hutan adalah merupakan kumpulan pepohonan yang tumbuh rapat beserta tumbuh-tumbuhan memanjat dengan bunga yang beraneka warna yang berperan sangat penting bagi kehidupan manusia (Irundu et al., 2012).
Tanaman hias merupakan salah satu komoditas potensial yang dapat dikembangkan baik dalam skala kecil maupun besar terbukti dari semakin tingginya minat masyarakat terhadap agribisnis berbagai tanaman hias. Hal ini mendorong meningkatnya jumlah pelaku usaha tanaman hias, produk tanaman hias, luas areal dan daerah pengembangan baru tanaman hias. Pohon biasanya berkembang biak dengan menggunakan biji. Bunga dan buah juga umum ditemui, tetapi beberapa pohon, seperti tumbuhan runjung, memiliki kerucut serbuk sari dan kerucut biji alih-aluh bunga dan buah. Palem, pisang, dan bambu juga menghasilkan biji, tetapi pohon pakis menghasilkan spora. Krisan atau Chrysanthemum morifolium adalah salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensial dikembangkan (Irawanti et al., 2012).
Pohon Tanjung (Mimusops elengi) memiliki ciri khas yaitu berbunga harum dan bertajuk rindang dan Pohon kenari adalah salah satu jenis tanaman berkayu yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pohon peneduh. Pertumbuhan dan kualitas tanaman sangat dipengaruhi oleh kadar nutrisi yang tersedia dalam media tanam dan dapat diserap oleh tanaman. Kekurangan unsur hara akan menyebabkan hambatan dalam pertumbuhan dan gejala-gejala lain yang dapat mengganggu kualitas pertumbuhan tanaman dan pada akhirnya menurunkan penampilan dan kualitas bunga yang dihasilkan. Berbagai usaha yang dilakukan petani untuk meningkatkan produksi dan hasil tanaman krisan baik secara intensifikasi maupun secara ekstensifikasi. Salah satu dari dua alternatif yang masih mungkin dilakukan adalah dengan intensifikasi pertanian yaitu dengan pemupukan untuk mencukupi kebutuhan unsur hara di dalam tanah. Adapun pemupukan merupakan faktor yang penting dalam budidaya tanaman terutama dalam budidaya yang dilakukan secara intensif. Daun dan bunga yang berkualitas tinggi dipengaruhi oleh pemupukan nitrogen (Martin et al., 2019).
Secara umum pelaksanaan pembangunan kehutanan secara beberapa dekade terakhir didasarkan pada komoditi kayu, dan informasi yang diketahui tentang Bagaimana masyarakat dapat menerima jenis-jenis tersebut untuk ditanam secara tradisional sangat sedikit masyarakat pada umumnya hanya mengetahui cara mengambil atau memanfaatkan hasil hasil mereka tanpa mengetahui cara yang tepat untuk menjaga kelestarian dan eksistensi hutan. Rendahnya pemahaman masyarakat desa tentang optimalisasi pengelolaan hutan rakyat secara berkelanjutan mengakibatkan masyarakat beberapa petani hanya mengetahui nilai ekonomis langsung dari tanaman perkebunan seperti Kakao, langsat, durian, dan cengkeh (Salomi et al., 2015).
Pendapatan petani hutan terbagi atas dua yakni pendapatan dari luar hutan berupa olahan perkebunan dan pendapatan dari dalam hutan melalui sistem agroforestri titik sehingga dibutuhkannya pengelolaan hutan rakyat yang menjadi solusi permasalahan kemiskinan masyarakat desa melalui pengelolaan hutan rakyat secara optimal berkelanjutan berdasarkan nilai ekonomi maksimal yang diberikan. Manfaat pohon itu sangat banyak bagi kehidupan manusia di bumi selain pohon menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida menyediakan air bersih Ih yang merupakan pondasi dasar dalam merawat ekosistem pohon juga dapat bermanfaat ekonomis untuk masyarakat mulai dari kayu, buah, kulit, daun getah yang memiliki manfaat sangat banyak (Kartini et al., 2018).
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ekonomi sumber daya hutan yang berjudul “Menanam Pohon Bernilai Ekonomis Tinggi” adalah untuk mengetahui jenis pohon yang bermanfaat dan memiliki nilai jual yang tinggi.
TINJAUAN PUSTAKA
Pohon adalah tumbuhan menahun dengan batang yang tumbuh memanjang, mendukung cabang dan daun pada sebagian besar spesies. Dalam beberapa penggunaan, definisi pohon mungkin lebih sempit, biasanya hanya mengacu pada tanaman berkayu dengan pertumbuhan sekunder, tanaman yang dapat digunakan sebagai kayu, atau tanaman yang tumbuh hingga ketinggian tertentu. Dalam definisi yang lebih luas, palem, pakis, pisang, dan bambu juga termasuk jenis pohon. Pohon bukanlah kelompok sebuah taksonomi tetapi mencakup berbagai spesies tumbuhan yang mengembangkan batang dan cabang sebagai cara untuk menjulang di atas tumbuhan lain demi bersaing mendapatkan sinar matahari (Salomi et al., 2015).
Pohon cenderung berumur panjang, beberapa pohon bisa hidup hingga beberapa ribu tahun. Pohon telah tumbuh di Bumi setidaknya selama 370 juta tahun. Diperkirakan terdapat sekitar tiga triliun pohon dewasa di dunia. Pohon biasanya memiliki banyak cabang sekunder yang ditopang oleh batangnya dari tanah. Batang ini biasanya mengandung jaringan kayu untuk kekuatan, dan jaringan pembuluh untuk membawa zat nutrisi dari satu bagian pohon ke bagian lain. Pada kebanyakan pohon, pembuluh ini dikelilingi oleh lapisan pepagan (kulit kayu) yang berfungsi sebagai penghalang dan pelindung. Di bawah tanah, akar bercabang dan menyebar luas; akar berfungsi untuk menambatkan pohon dan menyerap air, kelembapan dan nutrisi dari tanah. Di atas tanah, cabang-cabangnya terbagi menjadi cabang, ranting dan pucuk yang lebih kecil. Pucuk biasanya menghasilkan daun, yang menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi gula melalui fotosintesis, menyediakan makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan pohon (Indriyanto, 2016).
Bunga dan buah juga umum ditemui, tetapi beberapa pohon, seperti tumbuhan runjung, memiliki kerucut serbuk sari dan kerucut biji alih-aluh bunga dan buah. Palem, pisang, dan bambu juga menghasilkan biji, tetapi pohon pakis menghasilkan spora. Pohon memainkan peran penting dalam mengurangi erosi dan menjaga iklim. Pohon menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer dan menyimpan karbon dalam jumlah besar pada jaringannya. Pohon dan hutan menyediakan habitat bagi banyak spesies hewan dan tumbuhan. Hutan hujan tropis adalah salah satu habitat dengan keanekaragaman hayati paling banyak di dunia. Pohon menyediakan keteduhan dan tempat tinggal bagi banyak spesies, kayu untuk konstruksi, bahan bakar untuk memasak dan pemanas, buah untuk bahan makanan serta banyak kegunaan lain. Di beberapa bagian dunia, hutan menyusut karena pohon ditebangi untuk meningkatkan jumlah lahan yang tersedia untuk pertanian. Karena umur panjang dan kegunaannya, pohon serung dianggap sakral, banyak ditemui hutan larangan. Pohon juga merupakan tema umum dalam berbagai mitologi dunia (Hidayat, 2017).
Pohon Tanjung (Mimusops elengi) memiliki ciri khas yaitu berbunga harum dan bertajuk rindang. Ia biasa ditanam di taman-taman dan pinggir jalan sebagai peneduh. Pohon Tanjung umumnya berukuran sedang dan dapat tumbuh hingga ketinggian 25 meter. Memiliki daun-daun tunggal, tersebar dan bertangkai panjang. Daun yang termuda berambut coklat dan segera gugur. Helaian daun berbentuk bulat telur hingga lonjong dengan panjang 9-16 cm, bertepi rata namun menggelombang. Bunganya berkelamin dua, sendiri atau berdua menggantung di ketiak daun, berbilangan 8 dan berbau semerbak. Bunganya yang wangi mudah rontok. Bunga-bunga yang rontok ini kerap dikumpulkan orang di pagi hari untuk mengharumkan pakaian, ruangan atau juga untuk hiasan (Kartini et al., 2018).
Tanjung juga ternyata bermanfaat untuk kesehatan. Air rebusan pepagan kulit batangnya digunakan sebagai obat penguat dan obat demam. Rebusan pepagan beserta bunganya juga digunakan untuk meringankan murus yang disertai demam. Rebusan kulit pohon Pohon Tanjung berkhasiat untuk mengatasi sakit gigi dan menghilangkan nafas berbau. Caranya, air rebusan tersebut dijadikan obat kumur selama minimal empat hari berturut-turut. Air rebusan tersebut juga berguna untuk mencuci luka. Daun Tanjung bisa dirajang sebagaimana tembakau lalu dicampur sedikit serutan kayu secang dan dilinting dengan daun pisang tua. Ramuan ini kemudian dihisap seperti rokok untuk mengobati sariawan mulut. Akarnya yang dicampur dengan cuka dapat digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan. Kulit akarnya ini mengandung banyak tanin dan sedikit alkaloid yang tidak beracun. Saat masih muda, buah Tanjung berwarna hijau dan jika sudah masak akan berwarna kuning kemerahan (Muhdin, 2017).
Kenari adalah tumbuhan berpotensi ekonomi yang merupakan anggota suku Burseraceae. Tumbuhan ini berasal dari kawasan Malesia timur dan diambil buahnya untuk dimakan, terutama bagian dalam bijinya. Daerah asalnya terutama adalah Maluku sampai Vanuatu. Tumbuhan kenari tersebar mulai dari kawasan Malesia timur yang beriklim tropis seperti Papua, Indonesia, Filipina, Pulau Solomon, dan Vanuatu (kepulauan Pasifik). Karena memiliki nilai ekonomi dan peluang budidaya yang menjanjikan, kemudian tanaman penghasil buah kenari ini menjadi salah satu tanaman budidaya yang dikembangkan (Martin et al., 2019).
Pohon kenari tumbuh di habitat asli yang beriklim tropis dan subtropis. Tanaman ini mampu bertahan hidup dengan baik pada temperatur sekitar 25 hingga 28 derajat Celcius. Bahkan suhu 5 derajat hingga maksimum 32 derajat Celcius masih dapat ditolerir. Pohon kenari adalah salah satu jenis tanaman berkayu yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pohon peneduh. Hal itu dikarenakan daunnya yang rimbun dan akarnya tidak merusak bangunan serta jalan disekitarnya. Kenari sering ditanam di pinggir jalan, jalan kota, hutan kota, pohon ini yang ditanam untuk program penghijauan. Buah pohon ini berisi daging yang mengandung lemak dan protein tinggi. Daging buah kenari sering dimanfaatkan untuk menghias kue menggantikan almond. Biji kenari juga bermanfaat menggantikan minyak kelapa (Irundu et al., 2012).
Tumbuhan kenari dapat menghasilkan minyak resin. Minyak ini akan keluar ketika pepagannya diiris. Manfaat utamanya berasal dari aromanya yang sangat harum, sehingga biasa dimanfaatkan untuk produk industri kosmetik. Minyak resin kenari juga dapat digunakan untuk campuran parfum, sabun pembersih rambut (shampoo), dan bahan untuk membuat dupa. Beberapa industri bahkan menjadikannya sebagai bahan baku pembuatan obat gosok atau balsem untuk gatal-gatal dan juga obat untuk luka. Dalam bidang kesehatan, tanaman kenari juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa diantaranya adalah mampu mencegah inflamasi, mengurangi kadar kolesterol, menurunkan risiko terkena diabetes, membantu untuk melancarkan buang air besar, dan berkhasiat terhadap kesehatan reproduksi pria dan wanita. Terdapat studi yang menyatakan bahwa buah kenari merupakan jenis kacang-kacangan yang paling menyehatkan karena mengandung antioksidan bernama polifenol (Heriyanto, 2015).
METODE
PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat
Praktikum Ekonomi Sumberdaya Hutan yang berjudul “Menanam Pohon Bernilai Ekonomis Tinggi” dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Maret 2021 pada pukul 10.00 WIB sampai dengan Selesai. Praktikum ini dilaksanakan secara Daring.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum
ini antara lain Komputer, Handphone, dan Pulpen.Bahan yang digunakan pada praktikum
ini antara lain
Tanjung (Mimosops elengi), dan Kenari (Canarium indicum).
Prosedur Praktikum
-
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil dari Praktikum Ekonomi Sumberdaya Hutan yang berjudul “Menanam Pohon Bernilai Ekonomis Tinggi” adalah Pohon Tanjung dan Kenari.
1. Tanjung (Mimusops Elengi)
Tanaman bunga tanjung ini merupakan tanaman perindang, daunnya sangat rimbun dan rapat serta bunga nya berbau harum. Daunnya bergetah batangnya berkayu. Daun, bunga serta kulit tanaman bunga tanjung ini diketahui berkhasiat obat. Hasil penapisan kandungan kimia menunjukkan bahwa ekstrak daun bunga tanjung mempunyai kandungan alkaloid, tannin, dan saponin. Kayu Tanjung berguna sebagai bahan konstruki. Penggunaan kayu tanjung sebagai bahan konstruksi dan pembuat mebel sudah lumrah di tengah masyarakat. Hal ini berkat karakteristik kayu yang terkenal awet, keras dan juga kuat. Selain itu, jenis kayu ini juga terbilang mudah kita olah, pengrajin dapat menyerut, melubangi, mengebor serta mengampelas kayu ini dengan mudah. Bahkan, di beberapa daerah kayu ini merupakan bahan pasak pada pembuatan perahu. Tanjung (Mimusops Elengi) adalah tumbuhan yang termasuk famili Sapotaceaeini yang merupakan tumbuhan perindang yang biasa ditanam di taman-tamandan sisi jalan. Bagian tumbuhan yang biasa digunakan oleh masyarakatsebagai obat adalah kulit batang, daun, bunga hingga buahnya. Berdasarkan hasil penelitian para ahli diketahui bahwa Tanjung memiliki banyak manfaat yaitu sebagai antikanker, antioksidan, antibakteri, dan antifungi. Ekstrak biji tanjung dengan konsentrasi 100% (K4B) palingefektif dalam menekan pertumbuhan F. moniliforme dengan nilaidiameter jamur sebesar 29,8 mm dan jarak zona hambat ekstrak yangterbentuk sebesar 7,80 mm. Menurut hasil penelitian ekstrak biji tanjung mengandungkomponen kimia yang meliputi alkaloid, saponin, tanin, fenolik,flavonoid, tritepenoid dan glikosida (Wulandari, 2012). Selain itu biji dari pohon ini diketahui mengandung beberapa jenis saponin seperti Mimusin mimsaponin A dan 16a-hydroxy Mi-saponin A, taxifolin, a-spinasterol glucoside, Mi-glycoside 1, mimusopside A dan B. Sedangkan pada hasil ekstraksidaun tanjung mengandung senyawa alkaloid, tanin dan saponin, Pada kulit pohon tanjung juga dilaporkan banyak mengandung sumber tanin, saponin, alkaloid, glukosida, asam ursolat. Dari beragam komponen yang terkandung dalam ekstrak berbagai bagian pohon Tanjung beberapa senyawa memiliki efektifitas sebagai antifungi, diantaranya adalah golongan fenol, alkaloid, saponin dan flavonoid.
2. Kenari (Canarium indicum)
Tanaman genus Canariumdari famili Burseraceae memiliki kurang lebih 100 spesies di seluruh dunia. Salah satu spesies dari genus Canariumadalah Canarium indicum L. merupakan tanaman asli di Indonesia khususnya di kawasan timur, seperti yang banyak tersebar di kepulauan Maluku. Pohon kenari mempunyai struktur batang tegak dan mampu tumbuh mencapai ketinggian 45 meter. Tinggi banir sekitar 3 meter dengan lebar 1,5 meter. Berdasarkan komposisi minyak dalam biji kenari, tanaman kenari dikelompokkan sebagai tree nuts dan dapat dibandingkan dengan kelompok tree nuts lain yang juga memiliki komposisi minyak cukup besar dalam bijinya, antara lain almond, cashew, hazelnuts, macadamia, dan lain-lain.
Asam lemak dalam trigliserida minyak dari berbagai spesies kenari juga telah dilaporkan. Pada umumnya semua spesies kenari mengandung beberapa jenis asam lemak dan asam oleat sebagai asam lemak yang terbanyak dalam kenari yaitu berkisar 40-70%. Bagian dari biji kenari yang disebut kernel atau pulp juga dapat dikonsumsi langsung sebagai pangan camilan oleh masyarakat lokal penghasil kenari, antara lain di kawasan timur Indonesia.
Selain biji kenari sebagai sumber pangan, pemanfaatan bagian lain dari tanaman kenari seperti batang, daun dan bagian eksokarp dari buah kenari juga telah dilaporkan, antara lain untuk tujuan pengobatan penyakit dan pewarna makanan alternatif. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan kenari sebagai sumber pangan maupun sebagai bahan obat berdasarkan laporan publikasi yang memuat komposisi kimia, nilai nutrisi dan evidence-based medicine. Kenari asal Indonesia yaitu Canarium indicum berpeluang dimanfaatkan sebagai sumber pangan fungsional maupun untuk pengobatan. untuk mendukung pemanfaatan kenari khususnya yang berasal dari Indonesia. Demikian pula spesies kenari lainnya dari Inonesia yaitu Canarium vulgare.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Pohon bernilai ekonomis tinggi adalah pohon yang memiliki banyak manfaat dan berpotensi untuk diolah menjadi suatu barang sehingga memperoleh nilai tambah.
2. Ciri-ciri pohon bernilai ekonomis tinggi adalah memiliki banyak manfaat, memiliki harga jual yang tinggi, dan berlaku di pasaran secara luas.
3. Pohon bernilai ekonomis tinggi yang kami sajikan dalam laporan ini adalah Tanjung (Mimusops Elengi) dan Kenari (Canarium indicum).
4. Tanjung merupakan tanaman perindang, daunnya sangat rimbun dan rapat serta bunga nya berbau harum. Daun, bunga serta kulit ini diketahui berkhasiat obat. Kayu Tanjung berguna sebagai bahan konstruki.
5. Bagian dari biji kenari dapat dikonsumsi langsung sebagai pangan camilan. Pemanfaatan bagian lain dari tanaman kenari seperti batang, daun dan bagian eksokarp dari buah kenari juga telah dilaporkan, antara lain untuk tujuan pengobatan penyakit dan pewarna makanan alternatif.
Saran
Semoga kedepannya melalui laporan ini, dengan mengetahui bahwa masih banyak pohon yang bernilai ekonomis tinggi maka kita harus tetap menjaga dan melestarikan alam serta menciptakan inovasi baru untuk mengelolanya.
DAFTAR PUSTAKA
Heriyanto, M.N. 2010. Struktur dan Komposisi Hutan Pamah Bekas Tebangan Ilegal di Kelompok Hutan Sei Lepan, Sei Serdang, Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 7(3): 299-314.
Hidayat, S. 2014. Kondisi Vegetasi di Hutan Lindung Sesaot, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sebagai Informasi Dasar Pengelolaan Kawasan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea. 3(2): 97-105.
Indriyanto. 2016. Ekologi Hutan. PT Bumi Aksara. Jakarta.
Kartini. Harjoso T. Hadi S P. 2018. Penerapan Teknologi Budidaya Dan Pengeloaan Pasca Panen Sayur Di Desa Karangsalam Kidul. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 24(2): 684-688.
Irundu D. Arafat A. Rahmania. 2018. Nilai Ekonomi Langsung Berbagai Sistem Pengelolaan Hutan Rakyat Desa Miring, Kabupaten Polman Sulawesi Barat. Jurnal Hutan Dan Masyarakat. 10(1): 185-191.
Irawanti S. Suka A P. Ekawati S. 2012. Manfaat Ekonomi dan Pembangunan Hutan Rakyat Sengon Di Kabupaten Pati. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi. 9(3): 126-139.
Muhdin.2017. Keragaman Struktur Tegakan Hutan Alam Sekunder. Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 14(2): 81-87.
Rahman H. Anggadiredja K. Gusdinar T. Sitompul J P. Ryadin A R. Kajian Komposisi Kimia, Nilai Nutrisi, dan Etnofarmakologis Tanaman Genus Kenari. Jurnal Fitofarmaka Indonesia. 6(1):325-333.
Wulandari AR. 2012. Uji Daya Efektivitas Antifungi Ekstrak Biji Tanjung (Mimusops elengi Linn) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans secara In Vitro dengan Metode Difusi. Skripsi. Program Sarjana Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran. Jakarta

Komentar
Posting Komentar